Sudah 2 tahun aku tak melihat wajahnya lagi, terakhir kali aku melihatnya saat acara perpisahan waktu SMA dulu. Perpisahan itu mungkin terakhir kalinya aku melihat dirinya disekolah. ENtah kapan kita akan bertemu lagi ? Tapi setiap doa dalam hembusan nafasku aku selalu berdoa agar aku bisa bertemu dengannya lagi. Airmatapun tak sengaja jatuh ke pipi. Dan kenangan saat SMA dulu pun teringat kembali.
Suara hiruk pikuk anak-anak remaja yang baru lulus dari SMP mondar-mandir di depan SMA favorit dikota ini, iya kota CIrebon yang dikenal dengan kota udang, panasnya bisa membakar kulit, namun berjuta kenangan terukir dikota kecil ini. Mereka rela berdesak-desakan hanya ingin melihat namanya terpampang dipapan pengumuman apakah mereka diterima atau ditolak di SMA pilihan mereka. Saat itu pula aku melihat seorang lelaki dengan mata yang bersinar, kulitnya yang putih, kumis tipis yang melukis diatas bibirnya dan memakai.seragam SMP putih biru berdiri tepat berada didepanku saat aku berjalan melewatinya.
" Mel, liat deh tuh ada cowok cakep tauk " Seru Nanda sambil menyikut pinggangku
Dilihatnya lelaki itu, entah dia mendengar suara Nanda atau tidak dia tersenyum kearah kita.
" Ah, cakep tapi kayak ngondek. hahaha.... " Sengaja aku lontarkan perkataanku untuk membuatnya tidak merasa ge-er. Dalam hati tetap berkata " ya, dia memang ganteng"
Aku dan teman-teman SMP ku memang ikut mendaftar ke SMA favorite ini tapi kita semua gagal. Raut wajah yang sedih terlihat jelas diwajah mereka, begitupula denganku. Betapa tidak ? Kita sudah mati-matian berjuang hanya demi masuk SMA favorite, entah SMA swasta mana yang akan jadi tujuan mereka. Aku sendiri sudah memikirkan hal ini secara matang sehingga jika aku ditolak aku sudah punya pilihan sendiri, yaitu SMA Islam Al-AZhar 5 Cirebon. Sekolah swasta yang cukup bonafid dikota ini, selain itu karena keluargaku semuanya bersekolah di Al-azhar. Entah mungkin sudah menjadi tradisi bagi keluargaku. Setelah melihat papan pengumuman teman-temanku berbincang tentang tujuan mereka. Aku melihat disekelilingku, banyak juga yang memasang raut wajah memilukan akibat ditolak. Pandanganku terhenti pada lelaki yang kulihat tadi, dia melihat kearahku dengan tatapan wajah yang sedih, namun matanya yang tetap bersinar yang khas mampu membuatku terpaku. Entah siapa yang dia lihat? dan apa yang dia pikirkan? kurasa sepertinya dia ditolak juga. Aku terus memperhatikan dia, hingga aku hampir lupa dengan kesedihanku karena ditolak. Namun, entah sihir apa yang menghampiriku? secara tidak sadar aku terus memandang kearah dirinya, hingga akhirnya teman-temanku memutuskan untuk pergi dan hangout ke mall sekedar melupakan kesedihan.
Waktu telah menunjukkan sore, kita pun langsung beranjak dan pulang. "Ah, benar-benar capek " aku rebahkan badanku dikasur. Aku melamun dan mengingat kejadian hari ini, terlintas sosok lelaki itu lewat dalam lamunanku. Bahkan aku selalu memikirkannya saat hangout tadi. Aneh memang padahal hanya sebentar aku melihatnya, tetapi bayang wajahnya masih aku ingat. " kayaknya dia nggak diterima juga "..." kalo nggak dia pasti masuk Al-Azhar"... " Dia masuk Al-azhar juga nggak yah ?" Kata-kata itu yang selalu aku katakan didalam hatiku. Apakah itu hanya khayalan ku saja atau harapanku yang penasaran tentang dirinya? Dalam batinku, aku merasa kalau aku akan betemu dengan dia kembali. Kapan dan dimana ? tapi firasat ini begitu kuat. Apakah ini cinta pada pandangan pertama? Apakah cinta yang begitu nyata adanya?
0 komentar:
Posting Komentar