Masa Orientasi
Hari
ini adalah hari pertama masa orientasi dimana semua siswa baru yang baru
memasuki sekolah menengah mengenakan atribut-atribut yang aneh. Aku berpikir
buat apa kita harus melakukan ini ? yang aku tahu masa orientasi adalah
mengenal terlebih dahulu tentang keadaan di sekolah baru. APa gunanya siswa
baru disruh untuk membawa segala macam atribut aneh yang menurutku itu bikin
malu. Namun, berbeda dengan sekolah baruku SMA Al-azhar disini, tidak
mengenakan atribut ataupun dandanan yang aneh. Simple aja.
Panasnya
terik matahari membuatku cepat lelah, untungnya badanky tidak terlalu tinggi
sehingga aku bisa menyembunyikan badanku dari temanku, ninda yang tinggi.
“Mel,
COba lihat kearah sana ! bukannya cowok itu yang kita lihat waktu itu ya?”
“
Yang mana nin?” tanyaku cuek
“Itu…..
yang depan SMA 6 itu”
Sontak
aku merasa kaget sejenak.
“Tuh
yang itu !” Ninda memegang kepalaku dengan kedua tangannya sambil menunjukkan
arah tepat kepada lelaki yang berada diujung seberang barisanku. Entah kenapa
feeling dan doaku terkabul? Apakah ini pertanda jodoh? Ah mungkin aku hanya
mengharap saja seperti kisah-kisah yang
ada di FTV-FTV televisi, atau seperti drama-drama korea.
Usai
upacara kita diarahkan untuk memasuki kelas, dan aku lebih kaget lagi ternyata
lelaki itu berada satu kelas denganku. AKu senang sekaligus bersyukur.
Pikrianku entah melayang kemana, yang jelas dipikiranku, aku bisa melihat dan
mengenalnya lebih dalam.
“
Nin, dia sekelas nin ama kita “
“
Iya mel, ah dulu lu bilang dia ngondek, taunya lu demen juga kan?” ejek ninda
“
yah dulu kan elu ngomong tepat banget depan dia, geu nggak mau dia ke-geeran
ama kita”
“Tapi
emang cakep kan? “ EJek ninda lagi kepadaku. AKu tidak memperdulikan ejekanya.
Aku tefokus melirik kearah sekitar dan sekekali melirik kearah belakang untuk
m,elihat sessosok makhluk tuhan yang begitu sempurna yang aku lihat hingga
sekarang.
“
Udah jangan diliatin mulu ih… dia nyadar tuh” Ninda memberitahuku, dan aku baru
sadar sedari tadi aku hanya melihat kearah dirinya.
Satu-persatu
memperkenalkan diri sendiri dikelas aku begitu antusias untuk mendengar
namanya. Saatnya giiliran dia memperkenalkan diri.
“nama
saya Muhammad Evan Dhianta Asal Cirebon” Nama yang terdengar sangat asing namun
cukup indah didengar bagiku. Dia melontarkan senyumnya yang menawan.
Tidak
terasa waktu cepat berlalu masa orientasi yang dijalani selama satu minggu
telah terlewati dengan berbagai kisah dan cerita-cerita yang seru. Terlebih lagi saat masa ospek aku tidak pernah lepas memperhatikan lelaki itu. Ya ampun sosoknya begitu sempurna menurutku. Mulai dari senyumnya yang indah, wajahnya yang tampan serta kulitnya yang putih, untuk saat ini kukira hanya dia yang cukup menarik dimataku. "Aku ingin kenal dia lebih dalam ya Tuhan" Batinku.
MEndapatkan
teman baru dan pengelaman yang mungkin akan dikenang sampai hari tua nanti.
Namun satu yang kurang. Hingga saat ini aku belum sempat memberanikan diri untuk lebih dekat dengannya
karena aku dulu cukup pemalu untuk berkenalan dengan lelaki terlebih dahulu.
AKu berdoa dan berharap semoga pembagian kelas nanti aku bisa sekelas
dengannya, sehingga aku bisa lebih intens dekat dengannya. Aku berharap.
