PAGES

Rabu, 09 September 2015

I MISS YOU



Masa Orientasi

Hari ini adalah hari pertama masa orientasi dimana semua siswa baru yang baru memasuki sekolah menengah mengenakan atribut-atribut yang aneh. Aku berpikir buat apa kita harus melakukan ini ? yang aku tahu masa orientasi adalah mengenal terlebih dahulu tentang keadaan di sekolah baru. APa gunanya siswa baru disruh untuk membawa segala macam atribut aneh yang menurutku itu bikin malu. Namun, berbeda dengan sekolah baruku SMA Al-azhar disini, tidak mengenakan atribut ataupun dandanan yang aneh. Simple aja.
Panasnya terik matahari membuatku cepat lelah, untungnya badanky tidak terlalu tinggi sehingga aku bisa menyembunyikan badanku dari temanku, ninda yang tinggi.
“Mel, COba lihat kearah sana ! bukannya cowok itu yang kita lihat waktu itu ya?”
“ Yang mana nin?” tanyaku cuek
“Itu….. yang depan SMA 6 itu”
Sontak aku merasa kaget sejenak.
“Tuh yang itu !” Ninda memegang kepalaku dengan kedua tangannya sambil menunjukkan arah tepat kepada lelaki yang berada diujung seberang barisanku. Entah kenapa feeling dan doaku terkabul? Apakah ini pertanda jodoh? Ah mungkin aku hanya mengharap  saja seperti kisah-kisah yang ada di FTV-FTV televisi, atau seperti drama-drama korea.
Usai upacara kita diarahkan untuk memasuki kelas, dan aku lebih kaget lagi ternyata lelaki itu berada satu kelas denganku. AKu senang sekaligus bersyukur. Pikrianku entah melayang kemana, yang jelas dipikiranku, aku bisa melihat dan mengenalnya lebih dalam.
“ Nin, dia sekelas nin ama kita “
“ Iya mel, ah dulu lu bilang dia ngondek, taunya lu demen juga kan?” ejek ninda
“ yah dulu kan elu ngomong tepat banget depan dia, geu nggak mau dia ke-geeran ama kita”
“Tapi emang cakep kan? “ EJek ninda lagi kepadaku. AKu tidak memperdulikan ejekanya. Aku tefokus melirik kearah sekitar dan sekekali melirik kearah belakang untuk m,elihat sessosok makhluk tuhan yang begitu sempurna yang aku lihat hingga sekarang.
“ Udah jangan diliatin mulu ih… dia nyadar tuh” Ninda memberitahuku, dan aku baru sadar sedari tadi aku hanya melihat kearah dirinya.
Satu-persatu memperkenalkan diri sendiri dikelas aku begitu antusias untuk mendengar namanya. Saatnya giiliran dia memperkenalkan diri.
“nama saya Muhammad Evan Dhianta Asal Cirebon” Nama yang terdengar sangat asing namun cukup indah didengar bagiku. Dia melontarkan senyumnya yang menawan.
Tidak terasa waktu cepat berlalu masa orientasi yang dijalani selama satu minggu telah terlewati dengan berbagai kisah dan cerita-cerita yang seru. Terlebih lagi saat masa ospek aku tidak pernah lepas memperhatikan lelaki itu. Ya ampun sosoknya begitu sempurna menurutku. Mulai dari senyumnya yang indah, wajahnya yang tampan serta kulitnya yang putih, untuk saat ini kukira hanya dia yang cukup menarik dimataku. "Aku ingin kenal dia lebih dalam ya Tuhan" Batinku.
MEndapatkan teman baru dan pengelaman yang mungkin akan dikenang sampai hari tua nanti. Namun satu yang kurang. Hingga saat ini aku belum sempat  memberanikan diri untuk lebih dekat dengannya karena aku dulu cukup pemalu untuk berkenalan dengan lelaki terlebih dahulu. AKu berdoa dan berharap semoga pembagian kelas nanti aku bisa sekelas dengannya, sehingga aku bisa lebih intens dekat dengannya. Aku berharap.

Sabtu, 21 Maret 2015

MISS YOU.....

Pandangan Pertama...


Cuaca hari ini cukup mendung ditemani dengan suara kendaraan yang berlalu-lalang didepan rumah kostku. Aku hanya berdiam dan duduk dekat jendela sembari memikirkan sesuatu. Entah apa yang aku pikirkan? Tapi, terlintas lamunanku kembali ke masalalu, kemasa dimana aku benar-benar merindukan kisah itu dan rasanya ingin kembali masuk kedalam dunia yang kurindukan. Kenangan itu tak berhenti disetiap nafas ini. Aku selalu memikirkan dan merindukannya. Iya dia... sesosok lelaki yang selalu aku ingat nama dan wajahnya hingga kini.


Sudah 2 tahun aku tak melihat wajahnya lagi, terakhir kali aku melihatnya saat acara perpisahan waktu SMA dulu. Perpisahan itu mungkin terakhir kalinya aku melihat dirinya disekolah. ENtah kapan kita akan bertemu lagi ? Tapi setiap doa dalam hembusan nafasku aku selalu berdoa agar aku bisa bertemu dengannya lagi. Airmatapun tak sengaja jatuh ke pipi. Dan kenangan saat SMA dulu pun teringat kembali.


Suara hiruk pikuk anak-anak remaja yang baru lulus dari SMP mondar-mandir di depan SMA favorit dikota ini, iya kota CIrebon yang dikenal dengan kota udang, panasnya bisa membakar kulit, namun berjuta kenangan terukir dikota kecil ini. Mereka rela berdesak-desakan hanya ingin melihat namanya terpampang dipapan pengumuman apakah mereka diterima atau ditolak di SMA pilihan mereka. Saat itu pula aku melihat seorang lelaki dengan mata yang bersinar, kulitnya yang putih, kumis tipis yang melukis diatas bibirnya dan memakai.seragam SMP putih biru berdiri tepat berada didepanku saat aku berjalan melewatinya. 


" Mel, liat deh tuh ada cowok cakep tauk " Seru Nanda sambil menyikut pinggangku


Dilihatnya lelaki itu, entah dia mendengar suara Nanda atau tidak dia tersenyum kearah kita.


" Ah, cakep tapi kayak ngondek. hahaha.... " Sengaja aku lontarkan perkataanku untuk membuatnya tidak merasa ge-er. Dalam hati tetap berkata " ya, dia memang ganteng"


Aku dan teman-teman SMP ku memang ikut mendaftar ke SMA favorite ini tapi kita semua gagal. Raut wajah yang sedih terlihat jelas diwajah mereka, begitupula denganku. Betapa tidak ? Kita sudah mati-matian berjuang hanya demi masuk SMA favorite, entah SMA swasta mana yang akan jadi tujuan mereka. Aku sendiri sudah memikirkan hal ini secara matang sehingga jika aku ditolak aku sudah punya pilihan sendiri, yaitu SMA Islam Al-AZhar 5 Cirebon. Sekolah swasta yang cukup bonafid dikota ini, selain itu karena keluargaku semuanya bersekolah di Al-azhar. Entah mungkin sudah menjadi tradisi bagi keluargaku. Setelah melihat papan pengumuman teman-temanku berbincang tentang tujuan mereka. Aku melihat disekelilingku, banyak juga yang memasang raut wajah memilukan akibat ditolak. Pandanganku terhenti pada lelaki yang kulihat tadi, dia melihat kearahku dengan tatapan wajah yang sedih, namun matanya yang tetap bersinar yang khas mampu membuatku terpaku. Entah siapa yang dia lihat? dan apa yang dia pikirkan? kurasa sepertinya dia ditolak juga. Aku terus memperhatikan dia, hingga aku hampir lupa dengan kesedihanku karena ditolak. Namun, entah sihir apa yang menghampiriku? secara tidak sadar aku terus memandang kearah dirinya, hingga akhirnya teman-temanku memutuskan untuk pergi dan hangout ke mall sekedar melupakan kesedihan.


Waktu telah menunjukkan sore, kita pun langsung beranjak dan pulang. "Ah, benar-benar capek " aku rebahkan badanku dikasur. Aku melamun dan mengingat kejadian hari ini, terlintas sosok lelaki itu lewat dalam lamunanku. Bahkan aku selalu memikirkannya saat hangout tadi. Aneh memang padahal hanya sebentar aku melihatnya, tetapi bayang wajahnya masih aku ingat. " kayaknya dia nggak diterima juga "..." kalo nggak dia pasti masuk Al-Azhar"... " Dia masuk Al-azhar juga nggak yah ?" Kata-kata itu yang selalu aku katakan didalam hatiku. Apakah itu hanya khayalan ku saja atau harapanku yang penasaran tentang dirinya? Dalam batinku, aku merasa kalau aku akan betemu dengan dia kembali. Kapan dan dimana ? tapi firasat ini begitu kuat. Apakah ini cinta pada pandangan pertama? Apakah cinta yang begitu nyata adanya?